Adanya Dugaan Mark Up Bumdes Dana Desa Kebun Berangir, Lsm Sidik Perkara Siap Laporkan ke APH
Labura, CyberPolri - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sidik Perkara Labura, berniat akan melaporkan masalah kucuran usulan anggaran dana untuk Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) Kebun Berangir kecamatan Na IXX Labura yang dinilai telah melakukan dugaan penggelembungan (Mark Up) anggaran dana, salah satunya pembelian peralatan pesta maupun pengadaan alat transportasi jenis Truck Colt Diesel PS 100 Tahun 2005 second. kendaraan tersebut adalah salah satu alat angkut pesta tabg dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa.
Namun kenyataan di lapangan berbeda jauh, selang beberapa tahun pihak pengelola Bumdes belum juga mendapatkan hasil keuntungan apapun dari kucuran anggaran yang telah diterima pihak Bumdes Tahun Anggaran 2019 senilai Rp. 278.350.000,- dan untuk kucuran Tahun Anggaran 2020 Bumdes kembali menerima dana desa sebesar Rp.200.000.000,-.
Dari banyaknya anggaran yang digelontorkan, beberapa warga sangat menyesalkan efektifitas penggunaan dana desa yang dikelola Bumdes ini, mereka menilai realisasinya tidak efektif dan hanya menghambur-hamburkan anggaran saja.
Ketua Bumdes Sukandar yang juga karyawan pabrik kamis (09/09) di kediamannya menerangkan, "memang kami telah menerima kucuran dana desa untuk Bumdes tahun 2019 dan 2020 nilainya sekitar ratusan juta, saya lupa kalau tidak pakai buku, beberapa yang item yang saya tahu dana tersebut dibelikan Truck second dan peralatan pesta. Sejak tahun 2019 hingga kini baru empat kali saja kami sewakan karena saat masa pandemi Covid-19 tidak bisa terlalu banyak digunakan dalam semua kegiatan. "Terang Sukandar.
"Barang-barang peralatan pesta ada di gudang samping rumah Kades (Kepala Desa) kalau Truck ada di gudang rumah Kadus (Kepala Dusun) belakang pabrik. Sebenarnya saya hanya mau transparan, posisi saya kan cuma kepala PMD. "Imbuhnya.
Ketika awak media mencoba mengklarifikasi perihal penggunaan anggaran ke salah satu Kaur keuangan yang juga anak Kepala Desa dan salah satu Kaur yang meloloskan verifikasi kucuran dana tersebut, Ratna Shinta Dewi malah berusaha menghindar dari awak media yang mencoba mengkonfirmasi saat ditemui di rumah kediamanya yang juga rumah Kades Supri Arianto Jumat (10/09).
Hasil pantauan Media dilapangan terlihat Truck sudah di luar gudang, menurut informasi akan digunakan untuk mengangkut sawit diluar Desa Kebun Berangir.
Ditempat terpisah berdasarkan keterangan Sekretaris Jenderal Lsm Sidik Perkara Labura, M. Nasti selasa (14/09) di Aek kanopan, Lembaganya sudah memantau dan menginvestigasi perihal pengadaan yang diverifikasi oleh TPK Desa.
" Kami sudah memantau dan menginvestigasi tentang pengadaan usulan yang diduga tidak diverifikasi secara benar oleh TPK nya yang juga anak Kades Ratna Shinta dewi, yang pada saat ini dirinya menjabat sebagai Kaur keuangan. "Terang M. Nasti saat di Konfirmasi.
"Disinyalir adanya rekayasa dan penggelembungan anggaran dana sebesar kutang lebih Rp. 476.350.000,- dalam pembelian peralatan usaha Bumdes yang diketahui belum bermanfaat dan tidak memberikan hasil, "imbuhnya.
"Kami akan minta nanti Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) usulan pengadaan Bumdes Desa Kebun Berangir ini ke DPMD Labura, bila data lengkap pasti kita akan tindak lanjuti hasil temuan KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme) ke APH (Aparat Penegak Hukum). "Pungkas M Nasti. (Sofyan)

